Investasi hilirisasi Indonesia melonjak 54,8% di semester I 2025, mencapai Rp 280,8 triliun. Sektor mineral, terutama nikel, jadi pendorong utama pertumbuhan.
Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tembus US$435,6 miliar atau Rp7.077,1 triliun (kurs Rp16.247 per dolar AS) per Mei 2025 lalu.
Proses digitalisasi perlinsos tak hanya memindahkan proses manual ke sistem elektronik, namun memangkas proses pengajuan bansos dari 7 tahap menjadi 3 tahap.