Algoritma medsos menyukai konten emosional dan kontroversial ketimbang meneduhkan. Akibatnya agama kerap tampil dalam wajah keras, dangkal, dan terfragmentasi.
Malvino Edward Yusticia Sitohang
Algoritma medsos menyukai konten emosional dan kontroversial ketimbang meneduhkan. Akibatnya agama kerap tampil dalam wajah keras, dangkal, dan terfragmentasi.