Muhammad Sarmuji menilai penulisan ulang sejarah nasional harus dilakukan secara hati-hati, objektif, dan berbasis fakta agar tidak menjadi narasi sepihak.
IARFC Indonesia menyatakan gerakan gagal bayar pinjaman online bukan hal baru, telah ada sejak 20 tahun lalu, awalnya terjadi pada kartu kredit dan KTA.